Daftar Kuliah Dibandung Negeri Maupun Swasta

Jika Anda yang baru lulus SMA mungkin melanjutkan kuliah di Bandung merupakan salah satu pilihan. Ada banyak unversitas hingga akademi di Bandung, sebut saja UNIKOM, UNPAD, ITB, UPI, UNISBA, UNPAS, IT TELKOM, UIN, dan perguruan tinggi lainnya. Anda yang sudah bekerja, bisa juga mengambil kuliah kelas karyawan. Secara umum faktor yang membuat kota Bandung menjadi pertimbangan yang menarik adalah letak secara geografisnya. Bukan itu saja, Bandung dari dulu dikenal sebagai Kota Pendidikan. Banyak lulusan perguruan tinggi di Bandung yang telah berhasil. Selain faktor geografis, pendukung pendidikan di Kota Bandung juga termasuk paling lengkap. Anda tak sulit untuk mencari buku penunjang kuliah hingga pendukung praktikum.

Jika Anda sudah menentukan untuk kuliah di Bandung, mungkin yang perlu dipertimbangkan masak-masak adalah mengambil jurusan kuliah di kampus. Selain itu, saat liburan, Bandung merupakan kota yang tepat untuk refreshing. Atau Anda ingin mengembangkan bakat dengan bergabung di komunitas, Bandung gudangnya orang-orang kreatif. Anda tak akan kesulitan mencari tempat kosan, tempat makan, hingga tempat laundry sekalipun. Biasanya di sekitar kampus atau kosan, banyak tersedia lengkap pendukung kebutuhan mahasiswa. Nah, jika Anda mencari alamat dan nomor telepon kampus-kampus di Bandung, berikut ini informasinya:

1. Universitas Padjadjaran (UNPAD)
Alamat: Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung 40132
Jawa Barat – Indonesia
Telp.: +6222 2503271 ext 182
Fax: : +6222 2501977
Email: humas@unpad.ac.id
Website: http://www.unpad.ac.id

2. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Alamat: Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154
Jawa Barat – Indonesia
Telp: +6222 2013161-64
Fax: +6222 201365
E-mail: webmaster@upi.edu
Website: http://www.upi.edu

3. Institut Teknologi Bandung (ITB)
Alamat: Jl. Tamansari 64 Bandung 40116
Jawa Barat – Indonesia
Telp.: +6222 2500935
Fax: : +6222 2500935
Email: info-center@itb.ac.id
Website: http://www.itb.ac.id

Baca juga: Mencari Buku Penunjang Mata Kuliah di Pasar Buku Palasari

4. Politeknik Negeri Bandung (Polban)
Alamat: Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga
Kotak Pos 1234 Bandung 40012
Jawa Barat – Indonesia
Telp: +6222 2013789
Fax: +6222 2013889
Email: polban@polban.ac.id
Website: http://www.polban.ac.id

5. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung
Alamat: Jl. AH Nasution No. 105 (Cipadung) Bandung
Telp: +6222 7800525
Fax: +6222 7803936
Email: contact.uin@uinsgd.ac.id
Website: http://www.uinsgd.ac.id

6. Universitas Advent Indonesia (UNAI)
Alamat: Jl. Kolonel Masturi No. 288 Parompong Bandung
Kotak Pos 6700/BDCP Bandung 40067
Jawa Barat – Indonesia
Telp.: +6222 2700316
Fax: : +6222 2700162
Email: baa@unai.edu
Website: http://www.unai.edu

7. Universitas Bandung Raya (UNBAR)
Alamat: Jl. Jalan Banten No. 11 Bandung 40272
Jawa Barat – Indonesia
Telp.: +622 7230778

Jl. Cikutra 171 Bandung
Jawa Barat – Indonesia
Telp.: +6222 7270087
Website: unbar.wordpress.com

Baca juga: Alamat dan Kontak Perpustakaan di Kota Bandung

8. Universitas Islam Bandung (UNISBA)
Alamat: Jl. Tamansari No.1, 20, 22, 24, 26 Bandung
Jl. Hariang Banga No 1A, 2 Bandung
Jl. Purnawarman No 59, 63 Bandung
Jl. Ranggagading No 8 Bandung
Telp: +6222 4205546 Pes. 107, 109
Fax: +6222 4263895
Email: humas@unisba.ac.id
Website: http://www.unisba.ac.id
Fanpage: Universitas Islam Bandung

Kampus 2 Unisba
Ciburial Indah
Telp : +6222 2504922 Bandung

9. Universitas Islam Nusantara (UNINUS)
Alamat: Jl. Soekarno-Hatta 530 Bandung 40286
Jawa Barat – Indonesia
Telp.: +6222 7509656; 7509663
Email: info@uninus.ac.id
Website: http://www.uninus.ac.id

10. Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI)
Alamat: Jl. Terusan Jenderal Sudirman PO BOX 148 Cimahi
Telp.: +6222 6652069
Jl. Terusan Jenderal Gatot Subroto
PO BOX 807 Bandung 40285
Telp.: +6222 7312741; 7309433
Email: administrator@unjani.ac.id
Website: http://www.unjani.ac.id

11. Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR)
Alamat: Jl. Ciumbuleuit 94
Bandung 40141
Jawa Barat – Indonesia
Telp.: +6222 2032655 ext 114
Email: humas@unpar.ac.id
Website: http://www.unpar.ac.id

Baca juga: Alamat dan Kontak Toko Buku di Kota Bandung

12. Universitas Kebangsaan (UNKE)
Alamat: Jl. Terusan Halimun No. 37 Bandung
Telp: +6222 9721999
Fax: +6222 93443452
Email: univkebangsaan@yahoo.com
Website: http://www.universitaskebangsaan.ac.id

13. Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)
Alamat: Jl. Dipati Ukur No 112 Bandung
Jawa Barat – Indonesia
Telp.: +6222 2504119
Fax: : +6222 2533754
Website: http://www.unikom.ac.id

14. Universitas Kristen Maranatha (UKM)
Alamat: Jl. Prof.Drg.Suria Sumantri MPH No. 65 Bandung
Kode Pos: 40164
Jawa Barat – Indonesia
Telp.: +6222 2012186, 2003450
Fax: : +6222 2015154
Email: humas@maranatha.edu
Website: http://www.maranatha.edu

Baca juga: Mengenal Kawasan Pendidikan Jatinangor

15. Universitas Langlangbuana (UNLA)
Alamat: Jl. Karapitan 116 Bandung 40261
Jawa Barat – Indonesia
Telp.: +6222 4230601
Fax: : +6222 4237144
Website: http://www.unla.ac.id

16. Universitas Nasional Pasim (UNASPAS)
Alamat: Kampus 1:
Jl. Dr. Djundjunan No.167 Bandung
Telp: +6222 6020409, 6017486
Fax: +6222 6020344

Kampus 2:
Jl. Dr. Dakota No.8a Bandung
Telp: +6222 6072803, 6027652
Fax: +6222 6027652
Email: informasi@pasim.ac.id – akademik@pasim.ac.id – pasim167@yahoo.co.id

17. Universitas Nurtanio Bandung (UNURBA)
Alamat: Jl. Pajajaran 219 Lanud. Husein S. Bandung
Jawa Barat – Indonesia
Telp: +6222 6034484
Fax: +6222 6034484
Email: unnur@unnur.ac.id
Website: http://www.unnur.ac.id

18. Universitas Pasundan Bandung (UNPAS)
Alamat: Jl. Tamansari 6 – 8 Bandung
Jawa Barat – Indonesia
Telp: +6222 4201677
Fax: +6222 436182
Email: humas@unpas.ac.id
Website: http://www.unpas.ac.id

19. Universitas Sangga Buana YPKP (USB)
Alamat:
Jl. PHH.Mustopa No.68 Bandung 40124
Telp: +6222 7275489; 7202841
Fax: +6222 7201756
Website: http://www.usbypkp.ac.id

Baca juga: Inilah Rute Angkot di Bandung

20. Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI)
Alamat: Jl. Purnawarman No. 34-36 B Bandung 40117
Jawa Barat – Indonesia
Telp: +6222 4265399
Fax: +6222 4209308
Website: http://www.unibi.ac.id

21. Universitas Widyatama
Alamat: Jl. Cikutra 204 A Bandung 40124
Jawa Barat – Indonesia
Telp: +6222 7275855 extension 206, 208
Fax: +6222 7201711
Email: marketing@widyatama.ac
Website: http://www.widyatama.ac.id

22. Universitas Al-Ghifari Bandung
Alamat: Jl. Cisaranten Kulon No. 140 Soekarno-Hatta
Bandung 40293
Jawa Barat – Indonesia
Telp: +6222 7835813
Fax: +6222 7835813
Email: unfari.bdg@gmail.com
Website: universitasalghifari.wordpress.com

23. Institut Teknologi Nasional (ITENAS)
Alamat: Jl. PHH Mustafa 23 Bandung
Jawa Barat – Indonesia
Telp.: +6222 7272215
Fax: : +6222 7202892
Email: humas@itenas.ac.id
Website: http://www.itenas.ac.id

24. Telkom University
Alamat: Jl. Telekomunikasi Terusan Buah Batu
Bandung 40257
Jawa Barat – Indonesia
Telp: 6222 756 4108
Fax: 6222 756 5200
Email: info@ittelkom.ac.id
Website: http://www.ittelkom.ac.id

Baca juga: Trayek Bus DAMRI di Bandung

25. Institut Manajemen Koperasi Indonesia (IKOPIN)
Alamat: Jl. Raya Jatinangor Km 20,5
Kawasan Pendidikan Tinggi Jatinangor Sumedang
Bandung 40600
Jawa Barat – Indonesia
Telp.: +6222 4201714, 798179
Website: site.ikopin.ac.id

26. Institut Teknologi Adityawarman (ITA)
Alamat: Jl. Terusan Halimun 37 Bandung 40263
Telp: +6222 301987

27. Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB)
Alamat: Jl. Dipati Ukur 80 – 84 Bandung 40132
Jawa Barat – Indonesia
Telp: +6222 250 6636; 250 6604; 250 7901
Fax.: +6222 250 7901
Website: http://www.ithb.ac.id

28. Institut Teknologi Sains Bandung (ITSB)
Alamat: Sekretariat ITSB di Bandung
Ruang Perkantoran Gedung Sabuga Lt.1
Bagian Utara Blok D1 No. 36c
Jl. Tamansari 73 Bandung
Email: itsb_bandung@yahoo.co.id

Dipublikasi di Pendidikan | Meninggalkan komentar

MeasHi

Dipublikasi di Cinta | Meninggalkan komentar

Jawaban Jokowi Tentang BBM Naik

Ingin MENONTON dan menDOWNLOAD videonya jokowi menjawab itu …?

jokowif

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Cara Membuat Email

Hai Sobat MeasHi
.
Hari saya akan mencoba mempostingkan sebuah cara yang mungkin teman semua sudah tidak asing lagi mendengarnya, yaitu cara membuat email di http://www.mail.com,
langsung saja kita mulai cara membuatnya ….

 

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Siklus Pembukuan dan Akuntansi Selangkah-Demi-Selangkah

Akuntansi sering didefinisikan sebagai seni melakukan pencatatan,  pengelompokan, dan pelaporan transaksi keuangan. Rangkaian—selangkah demi selangkah—proses itulah yang disebut dengan “Siklus Akuntansi” yang sering diistilahkan dengan “pembukuan (bookkeeping)”.

Apakah pembukuan sama dengan akuntansi? Jelas berbeda. Pekerjaan pembukuan selesai sampai pada siklus saja, sementara pekerjaan akuntansi jauh lebih luas dari sekedar siklus akuntansi (pembukuan), termasuk auditing (pemeriksaan), penyusunan sistem akuntansi, akuntansi manajemen, hingga perpajakan.

Di tulisan ini saya akan berfokus pada siklus akuntansi (pembukuan) saja. Apa saja langkah-langkah yang dilalui dalam satu siklus akuntansi.

Ada 9 (sembilan) langkah yang dilalui dalam satu siklus akuntansi, yaitu:

Langkah-1. Mengumpulkan Dan Menganalisa Data Transaksi

Siklus akuntansi dimulai dari proses pengumpulan data transaksi keuangan dalam bentuk bukti transaksi yang oleh orang awam disebut ‘nota’.  Sesungguhnya bukti transaksi keuangan tidak selalu dalam bentuk nota, bisa jadi dalam bentuk lain—misalnya: akte, surat perjanjian, kwitansi, surat pengakuan utang piutang.

Melalui bukti inilah data transaksi keuangan diidentifikasi. Setelah bukti transaksi terkumpul, selanjutnya dianalisa (bahasa awamnya dinilai)—apakah transaksi itu sah untuk diakui atau tidak, berapa yang harus diakui.

Misalnya:  Per hari ini PT. ABC membeli perlatan kantor, atas pembelian tersebut PT. ABC memperoleh bukti transaksi berupa nota. Disamping membeli peralatan kantor perusahaan juga membayar upah buruh, atas pembayaran upah tersebut, buruh PT. ABC menandatangani kwitansi, dan seterusnya.

Bukti-bukti transaksi tersebut oleh pagawai accounting dikumpulkan, lalu dinilai apakah bukti transaksi itu sah atau tidak, berapa besarnya nilai transaksi yang harus diakui.

Langkah-2. Mencatat Transaksi (Menjurnal/Posting)

Setelah bukti transaksi terkumpul dan dinilai, langkah selanjutnya adalah memasukan nilai yang terdapat pada bukti transaksi ke dalam buku catatan transaksi. Proses ini disebut dengan proses pencatatan—yang oleh orang akuntansi disebut “menjurnal” sering juga disebut “posting”.

Proses menjurnal bisa jadi dilakukan setiap kali ada transasi secara terus menerus sepanjang hari atau dimasukan sekaligus di sore hari. Catatan-catatan transaksi di langkah ini dalam akuntansi disebut dengan “Jurnal Umum (General Journal)”. Buku-buku yang menampung catatan transaksi ini sering disebut dengan buku jurnal umum (saya akan membahas jenis-jenis buku catatan ini di postingan lain secara terpisah).

Misalnya: Pukul 9 pagi ada transaksi penjualan, setelah nota dinilai (pada langkah-1) langsung dijurnal ke dalambuku penjualan. Pukul 10 pagi terjadi transaksi penjualan berikutnya, nota dinilai, setelah itu dijurnal. Bisa jadi transaksi-transaksi tersebut dikumpulkan saja dahulu, baru kemudian dijurnal menjelang penutupan jam kerja. Saya menyarankan agar setiap transaksi langsung dijurnal (jangan dikumpulkan terlebih dahulu).

Di era komputerisasi sekarang ini, proses menjurnal tidak lagi dilakukan dengan mencatat di buku. Melainkan di,masukan ke dalam sistem (Software Akuntansi ).

Langkah-3. Memindahkan Catatan Transaksi ke Buku Besar

Pada langkah sebelumnya (jurnal umum), catatan transaksi masih dalam kondisi tercampur (berbagai macam transaksi ditampung dalam satu catatan). Di langkah ketiga ini, catatan transaksi tersebut dipindahkan ke dalam kelompok-kelompok akun (account)—sesuai dengan jenis transaksinya.

Misalnya: Jenis transaksi penjualan dipindahkan ke dalam akun penjualan, jenis transaksi pembelian bahan baku dimasukan ke dalam akun persediaan dan utang, jenis transaski berupa pembelian aset dimasukan ke dalam akun aktiva tetap, dan seterusnya.

Kelompok-kelompok akun ini disebut “Buku Besar (General Ledger)”. Di dalam akun buku besar,  satu jenis transaksi terkumpul menjadi satu kelompok, misalnya: akun buku besar penjualan terdiri dari transksi-transaksi penjualan saja, akun kas terdiri dari transaksi-transaksi yang berupa kas saja, akun aktiva tetap terdiri transaksi-transaksi aktiva tetap saja.

Di akhir proses ini, kumpulan nilai-nilai transaksi akan membentuk nilai akhir yang disebut dengan “saldo akhir (ending balance)”. Saldo akhir bisa berupa saldo debit atau saldo kredit, sesuai dengan jenis akunnya:

  • Akun-akun kelompok aktiva (kas, piutang, persediaan, aktiva tetap) bersaldo debit.
  • Akun-akun kelompok kwajiban (utang) bersaldo kredit
  • Akun kelompok ekuitas pemilik (modal, laba ditahan) bersaldo kredit
  • Akun pendapatan bersaldo kredit
  • Akun biaya bersaldo debit

 

Catatan:

Di era komputerisasi, kehadiran software akuntansi membuat proses pada langkah ketiga ini parktis tidak diperlukan lagi. Sotware yang dipakai oleh perusahaan secara otomatis melakukan proses pemindahan data dari jurnal umum ke buku besar, begitu langkah kedua (menjurnal umum/posting) dilakukan.

Dalam akuntansi manual proses pemindahan ke buku besar mungkin dilakukan setiap menjelang penutupan buku, sehingga saldo akhir buku besar juga baru bisa dilihat. Sedangkan dalam akuntansi terkomputerisasi (menggunakan software akuntansi), proses pemindahan terjadi setiap kali transaksi dimasukan ke dalam software akuntansi—dan dan saldo akhir langsung bisa dilihat sesaat setelah posting dilakukan.

 

 

Langkah-4. Membuat “Neraca Percobaan (Trial Balance)”

Membuat neraca percobaan biasanya dilakukan setiap menjelang penutupan buku. Apa itu neraca percobaan? Bagaimana cara membuatnya?

Di masa sekarang ini semua perusahaan sudah menggunakan sistim ‘double entry’ yang mensyaratkan kondisi yang seimbang (balance). Artinya setiap penambahan pada suatu akun selalu disertai oleh pengurangan di akun lain—demikian sebaliknya. Sebagai implementasi, setiap transaksi dicatat ke dalam 2 (atau lebih) jenis akun sekaligus.

Misalnya: PT. ABC membeli perlatan kantor senilai Rp 1 juta. Atas transaksi pembelian ini dicatat dengan sistim double-entry, sehingga jurnalnya menjadi:

[Debit]. Aktiva – Peralatan Kantor = Rp 1 juta

[Kredit]. Kas = Rp 1 juta

 

Artinya: atas satu transaksi penjualan tersebut, di satu sisi membuat nilai aktiva peralatan kantor bertambah sebesar 1 juta, di sisi lainnya akun kas berkurang pada nilai yang sama, sehingga terjadi kondisi seimbang (balance). Dengan demikian, setelah semua transaksi terkumpul dan terakumulasi di buku besar, penggunaan sistim double-entry membuat NILAI—atau rupiah—jenis akun bersaldo debit akan selalu sama dengan jenis akun bersaldo kredit.

Proses membuat neraca percobaan (trial balance) pada langkah ini dimaksudkan untuk melakukan percobaan—memastikan bahwa nilai jenis akun bersaldo debit sama dengan jenis akun bersaldo kredit—balance (seimbang). Atau secara keseluruhan, jumlah nilai transaksi debit sama dengan transaksi kredit. Konkretnya, saldo-saldo akhir akun bersaldo debit dijumlahkan, dan saldo-saldo akun bersaldo negatif juga dijumlahkan, lalu dibandingkan. Jika nilainya sama berarti balance (sudah benar).

Bagaimana jika tidak sama (tidak balance)? Disilidiki—dicari tahu, mengapa tidak sama. Yang jelas sudah pasti ada ketidaksesuaian pencatat (jurnal).

 

 

Langkah-5. Membuat (Jurnal) Penyesuaian

Ada berbagai kemungkinan penyebab terjadinya ketidaksesuaian—sehingga nilai akun bersaldo debit dengan akun bersaldo kredit menjadi tidak sama (tidak balance):

  • Adanya transaksi yang belum dicatat
  • Adanya transaksi yang dicatat terlalu besar atau terlalu kecil (kesalahan perhitungan)
  • Adanya transaksi yang tidak bisa diakui sekaligus akibat penerapan sistim akrual (misalnya: Atas pembelian aktiva tetap tidak bisa dibebankan sebagai biaya sekaligus, melainkan dialokasikan secara bertahap melalui penyusutan. Atas pendapatan diterima dimuka tidak bisa diakui sekaligus, melainkan di alokasikan secara bertahap. Atas beban bunga, beban sewa, pendapatan sewa, pendapatan bunga, dll).

Untuk semua penyebab itu, dibuatkan jurnal penyesuaian agar kesimbangan tercapai (saya akan membahas topik jurnal penyesuaian secara khusus di tulisan lain). Untuk pengalokasian penyusutan dan transaksi akrual, perlu dibuatkan tabel perhitungan dan jadwal.

Setelah jurnal penyesuaian dimasukan, proses dilanjutkan ke langkah berikutnya.

 

 

Langkah-6. Membuat Neraca Percobaan Setelah Penyesuaian (Adjusted Trial Balance)

Langkah keempat diulangi sekalilagi. Bila masih belum balance, maka langkah kelima juga dulangi. Kedua langkah ini akan terus diulangi hingga kondisi seimbang (balance) tercapai.

 

 

Langkah-7. Menyusun Laporan Keuangan (Financial Statements)

Setelah kesimbangan tercapai maka ‘Laporan Keuangan’ bisa disusun. Laporan keuangan adalah salah satu produk utama proses akuntansi, terdiri dari empat jenis laporan yaitu:

  • Laporan Laba Rugi (Income Statement/Profit and Loss Statement)
  • Neraca (Balance Sheet)
  • Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)
  • Laporan Perubahan Ekuitas/Modal (Equity Statement)

(saya akan bahas masing-masing laporan isi secara lebih terperinci melalui tulisan-tulisan lain di JAK).

 

 

Langkah-8. Melakukan Penutupan Buku (Closing The Book)

Pendapatan dan biaya terakumulasi dan dilaporkan untuk periode tertentu (umumnya bulanan, kuartalan atau tahunan. Institusi keuangan seperti bank mungkin melakukannya setiap hari). Agar kedua jenis akun ini tidak bercampur dengan periode berikutnya, maka perlu ditutup—sehingga saldonya menjadi nol—di setiap akhir periode.

Selisih antara pendapatan dengan biaya menghasilkan nilai tertentu. Nilai itulah yang disebut “Laba (Profit)” atau “Rugi (Loss)”. Laba terjadi bila selisih tersebut bernilai positif (Pendapatan lebih besar dibandingkan biaya), sedangkan rugi terjadi bila selisih bernilai negatif (biaya lebih besar dibandingkan pendapatan).

Penutupan dilakukan dengan memasukan jurnal pembalik (reversal journal)—pendapatan yang biasanya dijurnal di sisi kredit, pada proses ini ditempatkan di sisi debit; dan biaya yang biasanya ditempatkan di sisi debit, pada proses ini ditempatkan di sisi kredit—sehingga akun-akun pendapatan dan biaya akan menjadi nol.

Nilai selisih (laba/rugi) dipindahkan ke neraca, yaitu akun “Laba Peride Ini (Current Earning)” yang akan menambah akun “Laba Ditahan (Retained Earning)”.

Catatan: Khusus jurnal pembalik untuk menutup pendapatan dan biaya juga disebut “jurnal penutupan (closing jurnal)“.

Setelah langkah ke delapan ini dilakukan, maka akun-akun pendapatan dan biaya akan bernilai nol. Akun yang masih memiliki nilai saldo hanya akun-akun yang masuk dalam kelompok neraca saja (kas, piutang, persediaan, aktiva tetap, utang, dan modal atau ekuitas pemilik). Nilai saldo akun-akun keompok neraca terus diakumulasi dan dilanjutkan di periode-periode berikutnya.

 

 

Langkah-9. Memebuat Penyesuaian Kembali (Pasca Penutupan)

Langkah terakhir ini dilakukan untuk 2 tujuan, yaitu:

  • Untuk memastikan bahwa semua kelompok akun pendapatan dan biaya telah ditutup; dan
  • Untuk memastikan bahwa semua saldo akun kelompok neraca sudah dalam kondisi seimbang (balance) dan siap untuk menjadi saldo awal pembukaan buku periode berikutnya.

Itulah langkah-langkah yang dilewati dalam proses akuntansi, yang sering disebut dengan pembukuan (bookkeeping). Rangkayan langkah-langkah tersebut adalah satu siklus akuntansi (accounting cycle)—dan akan berulang di periode-peride berikutnya sepanjang perusahaan masih beroperasi.

 

Saya berharap, tulisan siklus pembukuan dan akuntansi ini dapat memberi gambaran yang jelas mengenai proses pembukuan dan akuntansi.

Terlihat tidak terlalu sulit ya? Pada kenyataannya, tidak semudah itu. Menjadi semakin rumit ketika menangani transaksi untuk jenis bidang usaha yang berbeda (perusahaan jasa, retail, manufaktur/industri, perbankan, real estate/developer, pertambangan, pertanian dan holticultura, francais, telekomunikasi, dan lain sebagainya)—masing-masing memiliki kekhasan dan standar perlakuan akuntansi yang berbeda-beda.

Tetapi jangan khawatir. Di tulisan-tulisan berikutnya, saya akan banyak membahas langkah-per-langkah ini secara mengkhusus—lebih rinci mendekati proses pekerjaan yang sesungguhnya. Proses pencatatan, pengelompokan dan pelaporan transaksi keuangan akun-per-akun—sesuai dengan bidang usahanya, dengan segala permasalahannya. Mau serius belajar akuntansi? Ikuti terus di JAK.

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar